Berhutang untuk Aqiqah Anak, Bolehkah?

Berhutang untuk Aqiqah Anak, Bolehkah?

Share This Post

Berhutang untuk Aqiqah Anak, Bolehkah? SEORANG muslim dituntut untuk menghidupkan sunnah-sunah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Aqiqah hukumnya sunnah muakkadah dan tidak wajib menurut pendapat yang kuat, dan hendaknya orang yang memiliki kemampuan melaksanakan sunnah ini.

Adapun orang yang belum mampu saat itu maka jika dia memiliki sumber penghasilan yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya di kemudian hari maka tidak mengapa dia berhutang.

Berhutang untuk Aqiqah Anak, Bolehkah?

Imam Ahmad rahimahullahu berkata: “Kalau dia tidak memiliki harta untuk aqiqah kemudian berhutang maka aku berharap Allah menggantinya karena dia telah menghidupkan sunnah.” (Al-Mughny, Ibnu Qudamah 13/395)

Namun kalau tidak memiliki penghasilan tetap maka jangan dia berhutang karena nanti akan memudharati dia dan orang yang menghutanginya. (Lihat Kasysyaf Al-Qina an Matnil Iqna, Manshur bin Yunus Al-Bahuti 2/353)

Allah taala berfirman: “Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian.”

Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu: “Dan adapun meminjam uang untuk keperluan aqiqah maka dilihat, kalau dia berharap bisa mengembalikan seperti seorang pegawai misalnya, akan tetapi ketika waktu aqiqah dia tidak memiliki uang, kemudian dia meminjam uang sampai datang gaji maka ini tidak mengapa, adapun orang yang tidak punya sumber penghasilan tetap yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya maka tidak selayaknya dia berhutang.” (Liqa Al-Babil Maftuh, Al-Maktabah Asy-Syamilah)

Wallahu taala alam. [Ustadz Abdullah Roy, Lc]

.

.

Sumber

InilahKoran (dot) com

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

About the author

Muslim Aqiqah administrator

Anda butuh Layanan Jasa Paket Kambing Aqiqah di Tangerang dan sekitarnya ? Hubungi Muslim Aqiqah 0812 9007 7070, 0821 1267 0070 (Wa)